Sebuah potongan video yang menampilkan seorang anak perempuan dengan penampilan Chindo (Tionghoa-Indonesia) mengenakan pakaian olahraga berwarna oranye mendadak menjadi viral dan menyita perhatian publik di berbagai platform media sosial.
Cuplikan singkat tersebut pertama kali beredar luas di X dan TikTok, lalu menyebar ke platform lain melalui unggahan ulang sejumlah akun. Meski durasinya pendek dan tanpa penjelasan konteks yang jelas, video ini langsung memicu rasa penasaran banyak pengguna internet.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang anak melakukan gerakan naik dan turun dalam sebuah aktivitas yang tidak dijelaskan secara detail. Minimnya informasi mengenai latar belakang video justru membuat spekulasi berkembang dan mendorong warganet berlomba-lomba mencari versi lengkapnya.
Salah satu unggahan di TikTok bahkan menyertakan keterangan singkat yang menyebutkan “Chindo baju olahraga oren,” yang kemudian memancing komentar berantai dari pengguna lain. Sejak saat itu, topik tersebut terus dibicarakan dan menjadi bahan diskusi di kolom komentar.
Seiring meningkatnya rasa ingin tahu, banyak netizen mulai menuliskan permintaan seperti “full video mana?” atau “ada link lengkap?” di berbagai unggahan terkait. Kondisi ini akhirnya dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan tautan mencurigakan yang diklaim sebagai video versi penuh.
Lonjakan Pencarian Link Palsu
Fenomena pencarian “full link bocil Chindo baju olahraga oranye” membuka peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksi penipuan digital. Modus ini bukan hal baru dan sering muncul setiap kali ada konten viral yang memancing rasa penasaran publik.
Tautan yang disebarkan biasanya dibungkus dengan judul sensasional dan janji akses video lengkap. Padahal, di baliknya tersembunyi situs palsu yang berpotensi mencuri data pribadi pengguna.
Pola Kerja Penipuan Berkedok Video Viral
- Pelaku menyebarkan tautan melalui komentar, mention massal, atau pesan pribadi.
- Link mengarah ke halaman tiruan yang menyerupai media sosial populer.
- Pengguna diminta masuk menggunakan akun atau memasukkan data sensitif.
- Informasi yang diperoleh digunakan untuk mengambil alih akun korban.
- Akun yang berhasil dibajak lalu dipakai untuk menyebarkan link serupa.
Tips Aman Menghindari Link Berbahaya
- Hindari mengklik tautan dari akun yang tidak dikenal.
- Periksa alamat situs secara teliti sebelum membuka halaman.
- Jangan pernah membagikan kata sandi atau kode OTP.
- Aktifkan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua langkah.
- Laporkan akun atau konten mencurigakan ke pihak platform.
Ciri-Ciri Tautan Phishing yang Perlu Diwaspadai
- Nama domain tidak wajar atau menyerupai situs populer.
- Permintaan login ulang dengan alasan mengakses konten.
- Tidak adanya tanda keamanan pada alamat situs.
- Tampilan situs mirip asli namun terdapat kejanggalan desain.
Konten viral seperti kasus “bocil Chindo baju olahraga oranye” kerap dijadikan umpan untuk menyebarkan link berbahaya. Selain berisiko terhadap keamanan data, pencarian dan penyebaran video yang melibatkan anak di bawah umur juga berpotensi melanggar hukum.
Oleh karena itu, pengguna media sosial diimbau untuk lebih bijak dan tidak mudah terpancing rasa ingin tahu. Edukasi terhadap orang-orang terdekat mengenai bahaya link palsu juga menjadi langkah penting agar aktivitas daring tetap aman dan bertanggung jawab.
