Link Video Viral Pantai Kelingking 8 Menit 22 Detik Hebohkan Publik Bali

Sebuah rekaman video yang dikaitkan dengan kawasan wisata Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali, kembali menyita perhatian publik. Video tersebut berdurasi sekitar 8 menit dan menampilkan dugaan perilaku tidak pantas yang dilakukan oleh dua orang wisatawan asing.

Meski bukan unggahan baru, video ini kembali ramai diperbincangkan setelah tersebar luas di berbagai platform media sosial. Warganet pun ramai membahas lokasi, waktu kejadian, hingga identitas pihak-pihak yang terekam dalam video tersebut.

Diduga Direkam di Area Ikonik Pantai Kelingking

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang perempuan berambut pirang bersama seorang pria bertato melakukan tindakan yang dinilai melanggar norma kesusilaan di ruang terbuka. Latar belakang video menampilkan semak-semak dengan panorama tebing menyerupai bentuk T-Rex, ikon khas Pantai Kelingking.

Video tersebut disebut telah ditonton puluhan ribu kali dan memicu reaksi beragam dari masyarakat. Banyak pihak menyayangkan kejadian ini karena Pantai Kelingking dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menjunjung tinggi nilai budaya dan etika.

Kekhawatiran Terhadap Citra Pariwisata Bali

Kemunculan kembali video ini menimbulkan keprihatinan, terutama karena Bali selama ini dikenal sebagai daerah tujuan wisata internasional yang menjunjung norma kesopanan. Aksi yang diduga tidak pantas di area publik dinilai dapat mencoreng citra pariwisata setempat.

Sejumlah warganet juga menyoroti pentingnya pengawasan dan edukasi terhadap wisatawan agar menghormati adat dan aturan yang berlaku di kawasan wisata Indonesia.

Polisi Lakukan Penelusuran dan Klarifikasi

Aparat kepolisian setempat menyatakan tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan keaslian video tersebut. Proses pendalaman meliputi penentuan lokasi perekaman, waktu kejadian, serta pihak-pihak yang terlibat.

Kapolsek Nusa Penida, AKP I Ketut Kesuma Jaya SH, menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan awal, kondisi lingkungan dalam video menunjukkan Pantai Kelingking masih dalam keadaan alami.

Dugaan Waktu Perekaman Sebelum Proyek Pembangunan

Menurut AKP Kesuma Jaya, ciri-ciri lingkungan yang terlihat dalam rekaman mengarah pada dugaan bahwa video tersebut dibuat sebelum adanya proyek pembangunan lift kaca di kawasan Pantai Kelingking.

“Dari pengamatan sementara, kondisi tebing dan area sekitar masih terlihat alami. Ini mengindikasikan video kemungkinan direkam sebelum pembangunan berlangsung,” ujarnya.

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa kesimpulan final belum dapat ditetapkan sebelum proses klarifikasi dan pengumpulan bukti selesai dilakukan.

Penelusuran Jejak Digital Terus Dilakukan

Polsek Nusa Penida juga berkoordinasi dengan unit terkait untuk menelusuri asal-usul video, termasuk akun pengunggah dan jalur penyebarannya di dunia maya. Penelusuran jejak digital ini dinilai penting untuk memastikan fakta secara menyeluruh.

Informasi waktu unggah yang tercantum pada akun pengunggah disebut tidak selalu mencerminkan waktu pembuatan video, sehingga pendalaman lebih lanjut masih diperlukan.

Imbauan Agar Tidak Menyebarkan Ulang Video

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing spekulasi. Warga juga diminta untuk tidak menyebarkan ulang video tersebut karena dapat melanggar norma kesusilaan dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.

“Kami meminta masyarakat mempercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian. Jika ditemukan unsur pidana, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” tegas AKP Kesuma Jaya.

Proses Penyelidikan Masih Berjalan

Hingga saat ini, proses klarifikasi dan penyelidikan masih terus berlangsung. Kepolisian memastikan akan menyampaikan informasi terbaru kepada publik setelah seluruh tahapan pendalaman selesai dan hasilnya dapat dipastikan secara akurat.

Kasus video viral Pantai Kelingking ini kembali menjadi pengingat pentingnya etika berperilaku di ruang publik, khususnya di kawasan wisata yang memiliki nilai budaya dan sosial tinggi.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak